Dari selembar kain menjadi warisan budaya
Ketika waktu, tangan, dan ide bertemu
Cerita yang Berakar dari Tradisi
Griya Godong berdiri pada tahun 2019, berawal dari perjalanan personal Imelda Larasati dalam menemukan cara untuk bertahan di tengah masa yang penuh ketidakpastian.
Kedekatannya dengan batik tumbuh sejak kecil, saat ia melihat dan menemani sang nenek, seorang pengusaha batik yang tidak hanya berkarya, tetapi juga membagikan ilmunya kepada sekitar.
Dari sanalah, batik berkembang dari sekadar hobi menjadi sesuatu yang lebih bermakna. Melalui Griya Godong, ia mengangkat budaya lokal Kalimantan Timur, dengan keyakinan bahwa batik bukan hanya kain, melainkan wadah untuk bercerita
Tentang Waktu, Proses, dan Cerita
Perancangan Motif
Terinspirasi dari makna dan budaya lokal
Teknik Batik
Menggunakan metode batik tulis dan cap
Pewarnaan Bertahap
Dilakukan melalui teknik celup dan colet, menghadirkan warna yang lebih hidup dan berkarakter
Penyempurnaan Akhir
Diselesaikan dengan perhatian pada setiap detail
Bertumbuh dengan Kesadaran
Pengolahan Ulang Malam
Sisa malam (lilin batik) diproses kembali untuk mengurangi limbah – menggunakan gambar daur ulang limbah di google drive foto pendukung
Pemanfaatan Sisa Kain
Kain yang tidak terpakai diolah menjadi produk lain seperti vest, pouch, dan aksesoris – menggunakan gambar vest
Bertumbuh Bersama
Bekerja bersama ibu rumah tangga untuk menjaga keterampilan dan membuka peluang ekonomi
